KISAH CINTA MINI GEMBUL (Part 2)


KISAH CINTA MINI GEMBUL (Part 2)

Oleh : Eva Riyanty Lubis

Dimuat di Annida Online 12 April 2011

“Astagfirulloh, mimpi apa aku semalam? Pangeran yang sejak dulu menolakku kini berada di hadapanku, dan bahkan mengucapkan kata yang sedari dulu ingin kudengarkan.” Ucap Mini dalam hati. Matanya kini berkaca-kaca memandang lelaki dihadapannya itu. Ini seperti sebuah keajaiban bagi Mini.

“Apa kamu akan menolakku?” Tanya Galang yang membuyarkan angan Mini. Senyum tipis terpampang diwajah lelaki itu. Menambah ketampanannya dimata Mini.

Ingin rasanya Mini menggeleng, pertanda ia menerima Galang. Tetapi sejurus kemudian kenangan pahit masa lalu terbersit dipikiran Mini. Suasana hatinya mendadak berubah.

“Aku harus pergi.” Jawab Mini seraya berbalik meninggalkan Galang yang terkejut dengan respon yang Mini berikan. Dengan sigap Galang menarik tangan Mini.

“Jangan sentuh aku. Kita bukan muhrim.” Tegas Mini seraya menepis tangan Galang. Galang diam terpaku memandang Mini yang kini sudah pergi jauh dari hadapannya.

“Aku akan mendapatkanmu.” Ujar Galang dalam hati.

Mini menghempaskan tubuhnya diatas kasur yang empuk. Pikirannya kembali tertuju pada kejadian tadi siang. Sesekali dia tersenyum.

“Ada apa sih dengan Galang? Kok dia seperti nembak aku ya? Ini terlalu cepat. Aku belum siap.” Wajah Mini kembali memerah. Lalu dipeluknya boneka beruangnya yang sudah kucel dengan erat.

Beberapa menit kemudian bundanya Mini muncul sambil membawa segelas susu coklat buat Mini.

“Dari tadi senyam-senyum terus. Ada apa toh? Jatuh cinta?” Perkataan wanita itu membuat bibir Mini manyun.

“Nih susunya diminum dulu. Pasti capek gara-gara seminar tadi. Ya kan?”

Mini mengangguk dan dengan segera meneguk susu sampai tidak tersisa.

“Ceritain dong sama Bunda kejadian diseminar yang udah bisa bikin kamu senyam-senyum kayak tadi,” wanita itu duduk disamping Mini.

Mini dan ibunya dari dulu sudah akrab. Persis kayak perangko. Sehingga keduanyapun selalu berbagi cerita. Sedang ayah Mini sudah berpulang dua tahun yang lalu.

“Jadi begitu Bunda. Menurut Bunda gimana?” Tanya Mini antusias.

“Bunda curiga. Itu terlalu mendadak. Sepertinya ada sesuatu yang dia sembunyikan.”

“Aih…. Bunda ini kok jadi nggak percaya gitu sih? Yang jelas Mini yakin kalau Galang itu serius ama Mini,” kilah Mini optimis.

“Mini, bunda lebih faham tentang lelaki dari pada kamu. Bunda nggak mau kamu kenapa-kenapa.” Tegas Bunda. Mini hanya mengangguk lemah.

Hari ini Mini berangkat ke kampus lebih awal dari biasanya. Mulutnya tidak henti mendendangkan lagu sejak melangkahkan kaki dari rumah. Setiap orang yang dia lewati, dia sapa dengan ramah. Sesampainya dikelas, Putri, sahabat Mini berlari-lari kecil menghampiri Mini. Gadis kurus itu tampak bersemangat.

“Ada apa Tri? Pagi-pagi udah semangat gitu. What happend?” Tanya Mini sambil mendekatkan wajahnya kewajah Putri. Gadis itu dengan segera menjauh.

“Hei, kira-kira dong kalau mau nyium,” kata Putri manyun. Dan Mini malah tertawa.

“Ada apa sih say?” Tanya Mini akhirnya.

Lalu Putri menyodorkan amplop berwarna biru langit kepada Mini.

“Maksudnya?” Tanya Mini lagi.

“Tadi ada cowok yang ngasih, katanya buat kamu. Buruan dibaca!” senyum simpul terpampang diwajah tirus gadis itu.

Untuk gadis yang menawan hatiku

Semoga slalu berbahagia

Assalamualaikum warahmatullohi wabarokatuh…

Mini, sudah lama ingin kuungkapkan perasaan yang tersimpan dalam hatiku ini. Kini rasa itu semakin memuncak tatkala aku melihatmu menjadi pembicara dalam seminar kemarin. Apalagi dengan jilbab birumu. Semakin memperindah keelokan parasmu.     Kutahu dulu kau membenciku. Tapi Mini, sekarang aku tidak akan menilaimu melalui fisikmu lagi. Aku tahu, itu kesalahan terbesarku. Dan aku menyesal karena itu.

Sejak penolakanku padamu, bayangmu slalu hadir dibenakku. Aku merasa bersalah Mini. Maukah kau memaafkanku? Kutunggu jawabanmu di lapangan olahraga SMA kita dulu. Besok jam tujuh malam.

Wassalam….

Orang yang slalu menantimu

Galang

 

“Dia mengajakku ketemuan Tri.” Rasa bahagia terpampang diwajah bulat Mini.

“Siapa? Kapan? Di mana?” Putri menyodorkan berbagai pertanyaan.

“Aih…. Pura-pura nggak tau. Yang ngasih suratlah. Galang, teman SMA. Katanya besok. Jam tujuh. Di lapangan olahraga SMAku. Kamu harus temani aku. Takut terjadi yang nggak-nggak.”

Kening Putri berkerut. “Kenapa harus malam ketemuannya? Trus kenapa harus di lapangan sekolah? Aneh. Ah…. bodoh. Anak zaman sekarangkan udah pada error.” Kata Putri dalam hati.

Akhirnya Putri setuju menemani Mini untuk berjumpa dengan Galang.

Malam yang ditunggupun tiba. Mini tampil dengan pakaian serba hitam. Katanya supaya efek langsingnya kelihatan. Kemudian dengan saran Putri mereka mengambil jalan dari belakang sekolah untuk memberikan surprise kepada Galang.

Beberapa langkah lagi menuju tempat yang dituju. Sampai akhirnya Mini dan Putri mendengarkan sesuatu,

“Gue pasti bisa dapatin Mini, lo siapin uangnya aja.”

http://annida-online.com/artikel-2845-kisah-cinta-mini-gembul-part-2.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s