BENTUK-BENTUK KARANGAN


Bentuk karangan ada 3 macam :

1. Prosa

2. Puisi

3. Drama

Prosa dibagi menjadi 2 macam :

1. Fiksi

2. Non Fiksi

Puisi adalah karangan yang mengutamakan irama, rima, dan kepadatan makna.

Drama adalah : karangan yang berupa dialog sebagai pembentuk alurnya.

LANGKAH-LANGKAH MENGARANG

1. Menentukan topik, tema, dan judul karangan.

2. Menyusun kerangka karangan.

3. Mengumpulkan data.

4. Mengembangkan kerangka karangan.

Topik adalah gagasan inti karangan yang dijadikan landasan penyusunan karangan.

Topik dinyatakan dalam kata atau kelompok kata.

Misalnya :

• Teknik beternak ayam.

Kebersihan lingkungan.

SYARAT-SYARAT MENENTUKAN TOPIK :

a. Menarik

b. Diketahui / dikuasai penulis

c. Tidak kontroversial

d. Mengandung unsur kebaruan(aktual)

e. Cukup sempit dan terbatas.

Tema adalah : pesan utama yang disampaikan yang disampaikan penulis melalui karangannya.

Tema dirumuskan dalam bentuk kalimat yang lengkap, disusun berdasarkan topik yang telah ditentukan.

Misalnya : Beternak ayam kampung dapat menghasilkan untung besar.

Ciri –ciri tema yang baik :

a. Dirumuskan dalam kalimat yang jelas.

b. Memiliki kesatuan gagasan.

c. Terarah.

d. Mengandung unsur keaslian (kebaruan)

Judul adalah nama suatu karangan atau suatu pokok bahasan.

Judul seringkali dikemukakan dahulu, namun bisa pula dibuat setelah karangan selesai.

Fungsi judul :

Nama bagi suatu karangan.

Slogan promosi untuk menarik minat baca.

Gambaran isi karangan.

Wujud kreativitas pengarang.

Ciri-ciri judul yang baik :

a. Menarik

b. Menimbulkan rasa penasaran pembaca.

c. Mudah ditangkap maksudnya dan mudah diingat.

Menyusun kerangka karangan

Kerangka karangan adalah :

Rencana kerja yang memuat garis besar suatu karangan.

Manfaat kerangka karangan adalah :

memudahkan penyusunan karangan sehingga menjadi lebih teratur.

Manfaat kerangka karangan adalah :

a. Memudahkan menyusun karangan sehingga karangan menjadi teratur.

b. Memudahkan penempatan bagian karangan yang penting dan yang kurang penting.

c. Menghindari timbulnya pengulangan pembahasan.

d. Membantu pengumpulan sumber-sumber yang diperlukan.

MENGEMBANGKAN KERANGKA KARANGAN

Pola mengembangkan kerangka karangan :

1. Urutan waktu (kronologis).

2. Urutan ruang (spasial).

3. Urutan klimaks atau anti klimaks.

4. Urutan kausalitas.

5. Urutan pemecahan masalah.

6. Urutan umum-khusus.

7. Urutan familiaritas.

Penjelasan

1. Urutan waktu (kronologis) : urutan peristiwa atau tahap-tahap kejadian.

2. Urutan ruang (spasial) : urutan keruangan misalnya dari depan ke belakang atau dari yang terdekat ke yang terjauh.

3. Urutan klimaks adalah apabila bagian penting ditempatkan pada bagian akhir. Sedangkan anti klimaks adalah : bagian penting diletakkan di awal pembahasan.

Oleh: Mba Hylla Shane Gerhana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s