IDIOM


Pengembangan Materi Bahasa Indonesia Tingkat Dasar

PENGEMBANGAN MATERI PELAJARAN BAHASA

Materi Pelajaran Bahasa Indonesia dkelompokkan menjadi 2 bagian :
Pengetahuan bahasa
Keterampilan berbahasa
1) Menyimak / mendengarkan
2) Berbicara
3) Membaca
4) Menulis

Pada praktek penyajiannya dalam KBM yang komunikatif pengetahuan dan keterampilan berbahasa tidak diajarkan secara terpisah, tetapi disajikan secara bersama-sama.
Guru hendaknya bisa menyajikan materi pengajaran bahasa yang komunikatif dan pragmatik.
Keterampilan Berbahasa
Pengetahuan Bahasa
Penyajian
Menyimak
Berbicara
Membaca
Menulis
Kosa kata
Struktur
Komunikatif dan Pragmatik
Pragmatik = berkenaan dg syarat-syarat yg mengakibatkan serasi tidaknya pemakaian bahasa dalam komunikasi.

Pengetahuan Bahasa
Kosa kata
o Kata umum, kata khusus
o Pilihan kata
o Ungkapan (idiom)
o Peribahasa
Struktur
– Kata dasar
– Suku kata (struktur fonem)
– Kata bentukan (berimbuhan)
– Kata berklitika
– Kata ulang
– Jenis kata
– Kata serapan
– Kelompok kata
– Kalimat
– Struktur paragraf

Keterampilan berbahasa satu selalu diikuti oleh keterampilan berbahasa yang lain. Jadi selalu ada keterkaitan dalam belajar bahasa. (prinsip keterkaitan)
Apresiasi Sastra
Apresiasi sastra tidak dibicarakan dalam pembahasan pengetahuan dan keterampilan berbahasa, karena apresiasi sastra lebih dekat dengan pengembangan keterampilan berbahasa.
Karena hakikat apresiasi adalah : upaya memahami, menikmati, menghayati dan menghargai, suatu karya sastra. Untuk dapat melakukan hal itu tentunya harus dengan jalan membaca karya sastra, mendengarkan orang lain bercerita, atau membacakan cerita, mengekspresikan cerita, membaca puisi, bermain drama, menulis atau mengungkapkan pikiran, perasaan dan pengalaman secara tertulis.
Materi yang dikembangkan dalam apresiasi sastra hendaknya disesuaikan dengan tingkat perkembangan usia siswa. Untuk siswa pendidikan dasar, khususnya untuk kelas permulaan (kelas 1, 2 dan 3) dapat dipilih dongeng anak-anak, lagu anak-anak atau puisi anak-anak.
Dongeng anak-anak dapat diawali dengan memberikan gambar-gambar (serial) dengan warna-warni yang indah dibantu dengan guru menceritakannya. Misalnya : dongeng ayam dan musang, ayam dan burung elang, harimau dan kancil, anjing dan kambing, bulan dan kelinci, bulan dan bidadari, dan masih banyak lagi.
Semakin tambah usianya semakin menyukai cerita yang romantis, misalnya : Putri Raja dan Pangeran yang Tampan, dll.

Bagaimana memilih dan mengembangkan Topik?
Mengembangkan keterampilan berbahasa guru dapat menggunakan topik-topik dari :
– Kehidupan sehar-hari, seperti kebersihan, keluarga,kesehatan, dan lingkungan bermain anak.
– Dongeng anak-anak
– Mengaitkan dengan bidang studi lain, misalnya :
IPA : kesehatan / kebersihan air, udara
IPS : Pemerintahan daerah, geografi, koperasi, pasar dll.

Topik yang berkaitan dengan apresiasi sastra dapat dibagi menjadi :
Sajak / puisi :
Topik yang mengungkapkan keindahan alam, pujaan kepada tanah air dan pahlawan, nasihat, peristiwa keagamaan. Juga syair dari lagu anak-anak , kemudian anak diminta mendeklamasikannya.
Cerita :
Topik dari dongeng-dongeng binatang dan cerita fantasi lain. Cerita dari pengalaman sehari-hari anak.
Drama dan bermain peran :
Dongeng , cerita pengalaman anak atau cerita pahlawan yang menarik dapat diangkat menjadi lakon drama.

Pengembangan Sumber Belajar Bahasa
Sumber belajar yakni bahan atau sarana yang dapat membantu menjelaskan materi yang akan diajarkan guru.
Sumber belajar banyak macamnya :
Lingkungan fisik / alam : gedung sekolah dan halamannya, jalan raya, jembatan, flora dan fauna di sekitar, sungai, sawah dll.
Lingkungan sosial : struktur pemerintahan daerah (kelurahan, kecamatan), puskesmas, KUD, sekolah, sanggar, posyandu, keluarga,
Lingkungan budaya: adat istiadat daerah, peninggalan sejarah (situs, kuburan, candi), museum, kesenian daerah, lagu-lagu dan bahasa daerah.
Manusia : guru, orang tua, siswa, dan nara sumber yang dibutuhkan informasinya.
Mas media :
Media cetak : buku pelaran, buku pelengkap, majalah, surat kabar, brosur, surat.
Media elektronik : televisi, radio, internet
Peristiwa : peristiwa penting dalam kehidupan manusia seperti ; kelahiran, perayaan, dan kematian. Pameran, pesta kesenian, ulang tahun kemerdekaan, kecelakaan dll.
Gejala alam : gempa, gerhana, banjir, dan petir/kilat.
Sarana / alat bantu belajar :
o Realita (benda nyata / aslli)
o Barang buatan pabrik
o Barang-barang bekas yang masih bisa dimanfaatkan.
o Alat buatan guru dan siswa dengan memanfaatkan lingkungan.

Jenis membaca :
Membaca teknik
Membaca dalam hati
Membaca cepat tanpa suara. Diberikan di kelas IV ,V dan VI.
Membaca indah = membaca emosional. Membaca puisi, prosa lirik, prosa dari lingkungan kesusastraan.
Membaca pustaka
Membaca memindai (scanning) sekarang

Membaca teknik = membaca nyaring
Dimulai pada anak kelas 1

Dimulai pada anak kelas 3.
Membaca dalam hati

Membaca Nyaring :
Disiapkan pada anak yang masih belajar membaca.
Perhatiannya pada lafal kata, intonasi frase, intonasi kalimat, pungtuasi atau tanda baca ,suara , serta isi bacaan.

Membaca dalam hati :
Disiapkan untuk kelompok orang dewasa.

Membaca Nyaring :
Aktif : mata, ingatan, dan mulut.

Membaca dalam hati :
Aktif : mata dan ingatan.

Membaca Nyaring :
Semakin tinggi kelas, semakin sedikit diberikan

Membaca dalam hati :
Semakin tinggi kelas, semakin banyak diberikan.

Membaca Nyaring
Dapat dilakukan untuk kepentingan orang lain
Hanya untuk kepentingan diri sendiri.

Membaca Nyaring
Perolehan sedikit
Perolehan lebih banyak

Membaca Nyaring
Perhatiannya pada lafal kata, intonasi frase, intonasi kalimat, pungtuasi atau tanda baca ,suara , serta isi bacaan

Membaca dalam Hati
Membaca dalam hati : kegiatan membaca bagi orang yang telah dewasa. Bagian yang aktif adalah mata dan ingatan.
Membaca dalam hati yang benar :
a. Tanpa adanya gerakan-gerakan bibir.
b. Tanpa adanya gerakan-gerakan kepala.
c. Memahami isi bacaan secara diam atau dalam hati.
d. Berkonsentrasi baik fisik dan mentalnya.

Untuk anak SD masih dapat diperlonggar :
Masih dapat dibenarkan mulut anak bersuara lirih atau mirip seperti orang berbisik.

Membaca bahasa = membaca dalam hati . (isi bacaan tidak menjadi tujuan pokok) tujuannya agar siswa semakin tahu seluk beluk bahasa Indonesia.

Jeda
Jeda adalah : pemberhentian sementara dalam kalimat. Bila letak jeda diubah, artinya akan berubah. Untuk menuliskan letak jeda biasanya menggunakan garis miring ( / ).
Contoh :
Ibu guru kami / sakit.
Ibu guru / kami sakit.
Kucing / makan / tikus mati / di dapur.
Kucing / makan tikus / mati di dapur.

Metode Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar

Membaca Permulaan

1) Metode abjad
Metode abjad adalah : metode membaca dengan memperkenalkan huruf-huruf yang harus dihafalkan dan dilafalkan menurut bunyinya dalam abjad.
Contoh :
I n i n i n a N i n a
I ni Ni na
Ini Nina

2) Metode bunyi
3) Metode suku kata
4) Metode kalimat
5) Metode SAS

Membaca Lanjutan

FONOLOGI
Tata tingkat suatu kebahasaan dapat digambarkan dengan diagram sbb.

Bahasa
Wacana
Paragraf
Kalimat
Kelompok kata
Kata
Kata dasar / imbuhan
Suku
fonem

Bunyi Antara fungsinya sebagai pelancar ucapan.
Contoh :
Siap si y ap
Giat gi y at
Siaga si y aga

IDIOM (UNGKAPAN)
Idiom disebut juga ungkapan. Penggantian nama tersebut tidak seratus persen benar.
Sebabnya adalah : idiom terdapat pula gabungan-gabungan kata yang salah satu unsurnya kata tugas. Contohnya : selaras dengan, sejalan dengan, berbicara tentang, berdasarkan pada, kepada dsb.
Menurut Soejito Pengertian Idiom adalah: sebagai suatu ungkapan bahasa berupa gabungan kata (frase) yang maknanya sudah menyatu dan tidak dapat ditafsirkan dengan makna unsur yang membentuknya.

Idiom Berdasarkan Unsur Pembentuknya
Idiom yang terdiri dari bagian tubuh :
· Berat hati = kurang suka melakukan
· Lapang hati = sabar
· Hati kecil = maksud yang tulus
· Kecil hati = penakut
· Tinggi hati = sombong
· Rendah hati = pemurah, tidak angkuh
· Setengah hati = ragu-ragu
· Jatuh hati = terkena asmara
· Mendua hati = bimbang

Idiom yang terdiri kata indera, yaitu idiom yang dibentuk oleh kata dengan tanggapan indera, misalnya; panas,dingin, pahit,manis, pedas, basah dsb.
Contoh :
o Kritik pedas = teguran yg keras dan tajam
o Mandi basah = berbulan madu
o Kopi pahit = marah, teguran keras.
o Tertangkap basah = tertangkap ketika sedang melakukan perbuatan yang tidak baik.
o Perang dingin = perang tanpa senjata, saling melontarkan isyu, gertakan.

Idiom yang terdiri dari nama warna.
Contoh :
ü Lampu merah = tanda peringatan yang membahayakan,dilarang
ü Lampu hijau = mendapat izin.
ü Jago merah = api
ü Buku hitam = buku yang memuat daftar orang-orang yang pernah melakukan kejahatan.
ü Kartu kuning = peringatan.
ü Merah muka = mendapat malu
ü Biru hati/ hati yang kelabu = merana, pilu, sendu.

Idiom yang terdiri dari nama-nama benda atau alam
Contoh :
Ø Kejatuhan bulan = mendapat keuntungan
Ø Bulan terang = mujur
Ø Tanah tumpah darah = tempat kelahiran
Ø Perasa angin = mudah tersinggung
Ø Memeluk gunung = mengharapkan sesuatu yang lebih tinggi
Ø Berminyak air = bermuka – muka
Ø Bintang terang = beruntung

Idiom yang terdiri kata indera, yaitu idiom yang dibentuk oleh kata dengan tanggapan indera, misalnya; panas,dingin, pahit,manis, pedas, basah dsb.
Contoh :
q Kritik pedas = teguran yg keras dan tajam
q Mandi basah = berbulan madu
q Kopi pahit = marah, teguran keras.
q Tertangkap basah = tertangkap ketika sedang melakukan perbuatan yang tidak baik.
q Perang dingin = perang tanpa senjata, saling melontarkan isyu, gertakan.

Idiom yang terdiri dari nama warna.
Contoh :
o Lampu merah = tanda peringatan yang membahayakan,dilarang
o Lampu hijau = mendapat izin.
o Jago merah = api
o Buku hitam = buku yang memuat daftar orang-orang yang pernah melakukan kejahatan.
o Kartu kuning = peringatan.
o Merah muka = mendapat malu
o Biru hati/ hati yang kelabu = merana, pilu, sendu.

Idiom yang terdiri dari nama-nama benda atau alam
Contoh :
o Kejatuhan bulan = mendapat keuntungan
o Bulan terang = mujur
o Tanah tumpah darah = tempat kelahiran
o Perasa angin = mudah tersinggung
o Memeluk gunung = mengharapkan sesuatu yang lebih tinggi
o Berminyak air = bermuka – muka
o Bintang terang = beruntung

Idiom yang terdiri dari nama binatang
Contoh :
q Banteng ketaton = mengamuk, membabi buta
q Membabi buta = bertindak nekad
q Tidur ayam = tidur, tapi belum lelap benar
q Kabar burung = kabar yang belum pasti
q Ular kepala dua = munafik
q Kuda hitam = pemenang yg tak diduga-duga
q Kelas teri = penjahat kecil
q Kelas kakap = penjahat ulung
q Kelas kambing = kelas yang paling murah
q Kulit badak = tidak tahu malu

Idiom yang terdiri dari nama / bagian tumbuh-tumbuhan
Contoh :
Ø Batang air = sungai
Ø Sebatang kara = hidup seorang diri
Ø Lidah bercabang = tidak dapat dipercaya
Ø Bunga api = petasan
Ø Bunga desa = gadis
Ø Buah bibir = bahan pergunjingan, bahan pembicaraan
Ø Buah dada = payudara
Ø Buah pena = karangan
Ø Buah tangan = karya
Ø Naik daun = nasib baik, tenar

Idiom dari kata bilangan
Contoh :
o Satu kata / satu hati / sehati = seia sekata
o Mendua hati = ragu-ragu
o Kaki lima = pedagang yg berjualan di muka pintu / tepi jalan
o Diam seribu bahasa = tidak berkata sepatah katapun
o Setengah tiang = tanda berduka cita
o Berbadan dua = hamil
o Empat mata = berdialog
o Setengah baya = remaja

Sebuah cerita anak dibangun oleh beberapa unsur,yaitu:
tokoh (pelaku cerita);
watak (sifat tokoh);
latar (tempat dan waktu dalam cerita);
tema (dasar atau pokok cerita);
amanat (pesan atau nasihat dalam cerita).

Hal-hal penting yang tercantum dalam daftar riwayat hidup adalah:
nama,
tempat tanggal lahir,
umur,
agama,
alamat,
riwayat pendidikan.

Bagian-bagian surat resmi adalah sebagai berikut.
Kepala surat.
Tempat dan tanggal menulis surat
Nomor surat, perihal, dan tanggal surat.
Alamat surat.
Salam pembuka.
Isi surat.
Penutup.
Identitas pengirim.

Oleh: Mba Hylla Shane Gerhana

One thought on “IDIOM

  1. Its like you learn my thoughts! You seem to grasp so much about this, like you wrote the e-book in it
    or something. I feel that you simply could do with some
    % to drive the message house a bit, however instead of that, this is fantastic blog.

    A great read. I’ll certainly be back.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s