WANITA PERKASA ITU BERNAMA PIPIET SENJA


WANITA PERKASA ITU BERNAMA PIPIET SENJA

Oleh: Eva Riyanty Lubis

 

Aku mengenalnya tatkala aku membaca cerpen-cerpen anaknya di “Majalah Aku Anak Sholeh” ketika aku masih SMP. Awalnya sih aku tidak begitu memperdulikan siapa yang menulis cerpen itu. Namun lamat laun aku terus menemui cerpen-cerpennya. Kemudian kusimpan nama penulis itu di dalam hatiku.

Tamat SMA, aku kembali bergiat membaca buku dan mempunyai keinginan untuk menuliskan sebuah buku. Itu artinya aku harus menjadi seorang penulis. Sebab langkahku untuk berprestasi kalau hanya di kota kecil tempatku dilahirkan ini sepertinya agak susah. Sehingga aku memutuskan untuk menulis.

Aku mulai mengikuti berbagai macam perlombaan menulis dan bergabung dengan berbagai macam grup kepenulisan. Sungguh, di awal-awal pertama aku menjalani ini semua rasanya sangat susah. Apa saja yang kutulis rata-rata menuai kegagalan. Ikut lomba gagal, apalagi naskah yang dikirim ke media. Semua di tolak! Sungguh, hatiku sangat hancur. Kadang air mataku harus luruh ketika melihat adik-adik yang usianya jauh di bawahku namun tulisan mereka sudah bertebaran di berbagai media. Aku iri setengah mati. Namun masih terpuruk dengan keadaanku.

Suatu hari aku menemukan akun FB yang namanya Pipiet Senja. Rasanya nama itu familiar di telingaku. Kemudian aku membuka akunnya dan menemukan bahwa dialah penulis cerpen-cerpen anak yang dulu kubaca. Ternyata selain menulis cerpen anak dia juga menurupakan penulis novel. Bahkan beberapa novelnya sudah menjadi best seller. Aku tergugu. Luar biasa! Itu kata yang mengucur dari bibirku untuknya.

Pipiet Senja. Tahun 1978-1985, ia menerbitkan 12 novel populer. Lalu, tahun 1991-2006, ia meluncurkan 28 buku anak. Kemudian, tahun 2001-2008, ia berhasil menerbitkan 33 novel islami! Dan, sepanjang 1983-2008, ia juga menerbitkan 23 antologi puisi bersama. Total, sekurang-kurangnya Pipiet Senja sudah menghasilkan 96 buku dalam waktu 30 tahun terakhir. Dan, itu semua belum termasuk ratusan cerpen serta puluhan novel bahasa Sunda yang tak terdata semua judulnya.

Amazing. Luar biasa. Aku bahkan kehilangan kata-kata untuk memberinya pujian. Meski dia sudah memiliki cucu, meski usianya tidak lagi muda, namun semangat menulisnya tidak pernah pudar.

Yang lebih hebatnya lagi, Bunda Pipiet Senja (begitu ia biasa disebut) sangatlah ramah. Meski aktivitasnya bejibun, dia tetap mau menyapa penggemar dan membalas komentar-komentar yang kami berikan untuknya (termasuk saya).

Dan aku sangat salut kepada Bunda Pipiet Senja. Meski ia sudah menderita kelainan darah sejak kecil atau yang biasa disebut penyakit  thallasemia, dia tetap bangkit dan tak pernah putus asa.

Wajar saja ayahnya, Almarhum Bapak Arief (pejuang 45) mengatakannya sebagai wanita perkasa. Karena Bunda Pipiet senja memang sangat perkasa. Mungkin lebih perkasa dari sebahagian lelaki.

Inilah mengapa sosok Bunda Pipiet Senja aku katakan sebagai sosok yang produktif dan kreatif. Dia sudah berhasil membuat pikiran kami (generasi muda dan tua) terbuka agar tidak boleh putus asa dalam menggapai mimpi. Sungguh dia sangat menginspirasiku dan tentu saja masih banyak lagi di luar sana yang begitu salut dan kagum dengan kegigihannya.

Karena dia jugalah kini aku bisa melihat tulisanku terpampang di media. Karena dia pula aku kembali semangat dalam menulis. Meski aku yakin dia tidak mengenalku, namun dia sungguh sangat berjasa dalam hidupku. Berjasa dalam perjalanan mencapai mimpi dan cita-citaku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s