Review: Air Mata Nayla. Kaukah Bidadari Itu?


Air Mata Nayla

Penulis             : Muhamad Ardiansha El-Zhemary

Penerbit           : Najah – Diva Press

Cetakan           : Pertama, Oktober 2012

ISBN               : 978 – 602 – 7641 – 73 – 0

Tebal               : 320 halaman

Blurp:

Perjodohan keluarga membawa Hanif ke Kalimantan untuk mewujudkannya. Sayangnya, kecelakaan kapal membuat ia kehilangan segalanya, termasuk ingatannya. Ia pun ditampung oleh seorang nelayan yang kemudian memberinya nama baru: Ahmad Leonardo, termasuk menyekolahkannya. Di sekolah barunya itulah, Ahmad bertemu dengan sesosok gadis yang akhirnya selalu menari-nari dipikirannya. Nayla. Berbulan-bulan kemudian ketika ingatannya kembali, ia malah kehilangan memori ketika dirinya masih bernama Ahmad Leonardo. Sebuah kisah pencarian cinta yang sempat menghilang.

*

Seperti yang dipaparkan di Blurpnya, buku ini menceritakan kisah hidup seorang pemuda dalam pencarian cinta sejati. Menggunakan sudut pandang orang pertama, menjadikan pembaca mudah menyalami kata demi kata. Tokoh utama masih berusia 20an namun memiliki wawasan agama yang sangat tinggi. Sebab sebelumnya ia memang disekolahkan di pesantren. Meski pada awalnya ia belum menemukan jati dirinya, sikap dan tingkah laku aslinya pastilah melekat dalam dirinya.

Mas Ardiansha memulai kisah ini dengan kehilangan ingatan Hanif dikarenakan kecelakaan kapal yang menewaskan seluruh penumpang. Ya, hanya Hanif yang selamat. Namun orang-orang tidak tahu hal itu karena ia ditemukan oleh seorang nelayan yang baik hati. Sebuah keluarga sederhana, Pak Aziz, Bu Maisa, dan seorang putri mereka yang sangat pintar dan cantik, Sayla. Hhanif diterima dengan baik di rumah itu. Keluarga Pak Aziz bahkan menganggap Hanif sebagai bagian dari keluarga mereka. Tak ada sedikitpun rasa kesal atau mengeluh dalam mengobati tubuh Hanif yang penuh luka. Koma berbulan-bulan. Belum lagi ia yang ternyata kehilangan ingatan.

Hari ini indah berteman sinar mentari. Berawal dari mimpi tuk menjalani hari. Dengan senyum keindahan bermula. Meniti esok dalam doa dan cita….

Kehidupan Hanif yang awalnya penuh kekosongan mendadak berubah sejak keluarga Pak Aziz memutuskan untuk mendaftarkannya ke sebuah SMA. Dia menemukan sepasang mata yang teduh. Membuat jantungnya berdetak lebih cepat. Dan terus mengumamkan rasa syukur atas ciptaan indah Maha Kuasa. Hanif jatuh cinta pertama kali. Dan rasa itu tidak bisa ditawar. Meski Pak Aziz sudah menyarankan agar Hanif tidak gampang untuk jatuh cinta sebab dibalik rasa cinta pasti ada rasa sakit hati.

Ketika ingatan Hanif pulih, ia malah melupakan kisahnya dengan Nayla. Dan ia juga harus melaksanakan kewajiban yakni mempersunting putri Kiai Jazuli. Memang sebenarnya itulah tujuan kedatangan Hanif ke Kalimantan. Ketika ia akan melaksanakan kewajibannya, tiba-tiba saja hatinya bergemuruh hebat. Bayang-bayang Nayla tiba-tiba merasuki dirinya.

Cinta pasti membutuhkan pengorbanan. Selalu ada rasa bahagia, kecewa, tangis, dan haru yang akan datang silih berganti. Namun Mas Ardiansha berhasil meramu cinta yang agung di novel ini. Sebuah cinta yang memang berlafaskan karena Allah. Pencarian cinta sejati tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Doa-doa dan harapan harus selalu disampaikan kepada Sang Pencipta.

Nothing’s perfect, begitu pun buku ini. Mas Ardiansha memang banyak menyisipkan puisi di dalam kisah ini. Puisi karangan sendiri maupun puisi milik Kahlil Gibran yang sudah pasti keindahannya tiada tara. Namun banyaknya puisi membuat pembaca merasa jengah. Belum lagi terjadinya perulangan adegan tentang baku hantam orang-orang yang tidak suka kepada Hanif membuat pembaca menjadi bosan.

Namun overall, buku ini wajib dibaca bagi orang-orang yang memang ingin mendapatkan cinta sejati karena Allah. Sangat menginspirasi dan ada banyak hikmah yang didapatkan di dalamnya. Wanna read this book?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s