Review: Chemistry of Love


Chemistry of LovePenulis                         : Netty Virgiantini

Penerbit                       : Bentang Belia

Cetakan                       : I, Juli 2012

Tebal                           : 137 halaman

ISBN                           : 978 – 602- 9397 – 35 – 2

Sinopsis

Mister Sa’id, Kimia, dan Emir selalu sukses membuat sekujur tubuh Amma gemetar dengan alasan berbeda. Mister Sa’id membuat jam pelajaran Kimia serasa detik-detik penantian di Padang Mahsyar, Kimia menjelma jadi pelajaran paling sulit dan Emir, si jago Kimia, membuat dadanya selalu berdebar-debar.

Agar bisa mengimbangi Emir, harusnya Amma juga bisa menaklukkan Kimia. Tapi, boro-boro bisa bersahabat dengan pelajaran yang satu itu, Amma bahkan sering diusir ke luar kelas oleh Mister Sa’id. Ini jadi dilemma yang bikin Amma galau berat. Usahanya akan terjal dan penuh pengorbanan.

“Ada satu hal yang bisa membuat seseorang kelihatan bodoh. Yakni rasa takut.”

Kisah ini menggunakan sudut pandang orang ketiga. Kisah abege yang permasalahannya terletak pada salah satu pelajaran berumus, kimia. Sangat pantas untuk dibaca oleh remaja.

“Membenci namun mencintai.”

Rasa benci terhadap sesuatu akan berubah kala seseorang yang kamu suka ternyata berhubungan dengan apa yang kamu benci itu. Itulah yang dirasakan oleh pemeran utama. Padahal dia sendiri tahu untuk bisa menggapai cowok idaman yang jago kimia rasanya mustahil banget. Mereka itu udah bagai kutub Utara dan Selatan. Bakalan tolak menolak.

“Aku… galau!”

Galau? Setiap orang pasti pernah merasakannya. Baik dari usia muda bahkan sampai kakek nenek sekalipun. Namun jangan sampai rasa galau membuat orang menderita. Pasti kitanya bakalan diliputi rasa bersalah terus. Benar nggak sih? Kalau nggak suka sama cara mengajar gurumu, bicarakan baik-baik dengan kalimat penuh sopan santun. Pokoknya utarakan isi hatimu yang terdalam. Kalau takut bicara di depan orang banyak, ya cari aja waktu yang tepat untuk ngomong empat mata. Jangan malah melakukan perbuatan yang aneh bin ajaib. Jika hal itu terjadi, dipastikan akan ada beberapa pihak yang sakit hati.

“Cinta itu harus diperjuangkan!”

Mbak Netty benar-benar bisa meramu cinta abegeh, padahal Mbak Netty-nya sendiri sudah tidak abege lagi. Jempol buat si mbak. Cinta itu harus diperjuangkan supaya tidak ada rasa kesal dikemudian hari. Kalau cinta ya bilang cinta, kalau sayang ya bilang sayang. Urusan akhir ya kita serahkan saja kepada Yang Kuasa. Benar begitu?

So, if you like this story, baca buku renyah ini secepatnya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s