Review: Rectoverso


rectoversoPenulis                         : Dewi Lestari

Penerbit                       : Bentang Pustaka

Cetakan                       : I, Januari 2013

Tebal                           : 170 halaman

ISBN                           : 978 – 602 – 1888 – 03 – 6

Sinopsis:

Dewi Lestari, yang bernama pena kali ini hadir dengan mahakarya unik dan pertama di Indonesia. Rectoverso merupakan hibrida dari fiksi dan musik, terdiri dari sebelas cerita pendek dan sebelas lagu yang bisa dinimkati secara terpisah maupun bersama-sama. Keduanya saling melengkapi bagaikan dua imaji yang seolah berdiri sendiri, tetapi sesungguhnya merupakan satu kesatuan.

*

Kamu selalu tahu kebutuhanmu dari waktu ke waktu. Yang tidak kamu tahu adalah kamu sendirian dalam saput itu.

Siapa sih yang tidak kenal dengan Dewi Lestari? Penulis dan musisi ini memang sudah banyak melahirkan karya yang sangat luar biasa. Bahkan beberapa diantaranya menjadi bestseller dan difilmkan.

Karena kau tak lihat terkadang malaikat tak bersayap, tak cemerlang, tak rupawan.          

Dalam Rectoverso yang didalamnya terdapat sebelas cerpen, Mbak Dee –begitu dia dipanggil- menuliskan kisah-kisah yang sangat luar biasa. Sembilan cerpen berbahasa Indonesia dan dua cerpen berbahasa Inggris.

Aku memandangimu tanpa perlu alat. Aku menemuimu tanpa perlu hadir. Aku mencintaimu tanpa perlu apa-apa, karena kini kumiliki segalanya.

Ide dan tema cerpen di dalamnya sebenarnya biasa. Tetapi penuturannya sangat luar biasa dan menyentuh para pembaca. Misalnya cerpen Malaikat Juga Tahu yang tidak akan dilupakan oleh banyak orang. Cerpen lain yang tak kalah seru, Curhat buat Sahabat, Cecak di Dinding but overall semuanya memang bagus.

Yang menarik dari mereka hanyalah dia. Dan dia bukanlah pembicaraan. Dia adalah tujuan. Tujuanku bertahan.

Keunikan buku ini adalah setiap masuk ke dalam lembaran judul cerpen, Mbak Dee memberikan bonus yakni lirik lagu yang memang spesial diciptakan untuk melengkapi buku ini. Belum lagi deskripsi yang ditampilkan dalam cerita. Sama sekali tidak membosankan sebab pemilihan kata yang dibuat sangat manis, indah, elegan, dan mudah dicerna.

Terkadang kita memang harus berpisah dengan diri kita sendiri, dengan proyeksi. Diri yang telah menjelma menjadi manusia yang kita cinta.

Bagi pecinta sastra dan orang awam sekalipun, buku ini sangat pantas untuk dibaca dan dikoleksi! Amazing, renyah dan membuka pikiran kita lewat imajinasi Mbak Dee yang sangat memukau.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s