Review : Anugrah Cinta. Trilogi Memoar Nikah Dini Keren


ANUGRAH CINTA

 

 

Penulis             : Haekal Siregar

Penerbit           : Jendela

Tebal               : 320 halaman

Cetakan           : I, Januari 2009

ISBN               : 978 – 979 – 17810 – 4 – 6

 

Sinopsis:

Haekal Siregar contoh langka dari genre muda kita yang memutuskan untuk nikah dini di usia 18 tahun. Perjuangan dalam mewujudkan cinta, meraih restu orang tua dan menegakkan keyakinan yang dianutnya sungguh seru, mengharu-biru sekaligus mengundang senyum. Buku ini merupakan trilogi memoar Nikah Dini Keren, seperti dijanjikannya kepada pembaca.

*

Siapa yang tidak kenal dengan Haekal Siregar? Penulis yang merupakan putra dari penulis nasional Indonesia, Pipiet Senja dan juga merupakan penulis dengan bukunya yang sangat laku dipasaran yakni Nikah Dini Keren.

Penuturan bahasanya yang mudah dipahami membuat pembaca larut dalam kisahnya. Tak ingin berpaling sedikitpun. Selalu ingin tahu bagaimana kelanjutan perjuangan hidup yang dirasakan oleh penulis.

Siapa yang menduga kalau dulunya Haekal Siregar pernah juga menjadi cowok ‘nakal’. Merokok, clubbing, dan narkoba. Namun karena cinta, dia berusaha untuk berubah menjadi sosok anak yang dibanggakan dan dibutuhkan oleh sang mama.

Cinta yang dibahas disini tidak melulu cinta pada pasangannya, pada mama, namun yang lebih agung dari itu, kepada Sang Pencipta. Allah yang menyentuh hati Haekal agar kembali berjalan di jalanNya.

Pada zaman sekarang ini mungkin hanya segelintir anak muda yang berani mengambil keputusan untuk menikah muda. Alasannya sudah pasti sangat beragam. Mulai dari soal rezki, sekolah yang belum selesai, tidak dapat restu dari orang tua, masih ingin menikmati masa muda dan sebagainya.

Namun Haekal membuktikan kalau siapapun bisa menikah muda yang memang tujuannya untuk menjauhi kemaksiatan dengan tidak berpacaran. Memang prosesnya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Namun kalau kita sudah berniat karena Allah, Dia pasti memudahkan semuanya.

Suka duka kehidupan Haekal dan istrinya yang sudah memutuskan menjadi pasangan halal benar-benar patut diacungi jempol. Apalagi saat itu mereka masih tingkat pertama di tingkat kuliah. Belum bekerja, malah masih harus tinggal dengan orang tua.

Sebagus-bagusnya buku pasti memiliki kekurangan juga. Menurut saya, penulis terlalu banyak membuka aib tentang ayahnya yang sepertinya tidak begitu dekat dengan beliau. Bagaimanapun kondisi seorang ayah, dia tetap ayah kandung kita sendiri.

Over all, buku ini sangat menginspirasi. Bagi yang ingin menghindari maksiat dengan tidak berpacaran, buku ini wajib untuk dibaca. Sebab kisah ini benar-benar kisah asli dari penulisnya sendiri.

 

2 thoughts on “Review : Anugrah Cinta. Trilogi Memoar Nikah Dini Keren

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s