GABBY MAUREEN PRICILIA, SI CANTIK YANG PENUH SEMANGAT


Gabby Maureen Pricilia

Oleh:

Eva Riyanty Lubis

            Gabby Maureen Pricilia yang sering disapa dengan sebutan Miss Maureen merupakan mahasiswa S2 Unimed jurusan Linguistik Terapan Bahasa Inggris (LTBI). Sebelumnya, dia mengenyam pendidikan S1 di STKIP Tapanuli Selatan jurusan pendidikan bahasa Inggris. Karena menjadi mahasiswa terbaik di STKIP, dia langsung ditawarkan bekerja sebagai asisten dosen dan staf administrasi di kampusnya. Lalu impian menjadi dosen pun terngiang dalam angannya. Apalagi STKIP menawarkan bantuan separuh biaya kuliah S2 Maureen. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk kembali melanjutkan pendidikan S2 sejak Agustus 2014.

Kalau ditanya apakah sejak dulu mahasiswa kelahiran 20 Juli 1990 ini bercita-cita sebagai dosen, dia langsung menjawab, “Tidak.” Sebab katanya sebelum menjadi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, dia malah menginginkan kuliah di jurusan Hubungan Internasional atau minimal jurusan komunikasi. Hal itu dipengaruhi oleh bakat luar biasanya dalam berbicara di depan orang banyak. Namun takdir berkata lain. Karena kekurangan biaya untuk kuliah di luar kota Padangsidimpuan, mau tak mau dia harus bertahan di kota tempat dia dibesarkan tersebut.

Membuang rasa gengsi, dia pun berjuang segigih mungkin. Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberi Allah. Sebab dia sadar bahwa kualitas seseorang tidak ditentukan oleh keren tidaknya suatu kampus di mata orang. Namun lebih ke usaha individu sendiri.

Sejak menjadi mahasiswa S2, mau tidak mau dia harus mengeluarkan banyak biaya dan waktu. Tapi dia yakini sendiri bahwa semua perjuangan yang telah dia lakukan insyaAllah akan memberikan hasil yang baik.

Kalau ditanya prestasi apa yang telah dia peroleh, dengan senyum simpul dia pun menjawab, “sangat minim sekali, Dek,” akunya merendahkan diri.

Padahal dia telah menorehkan banyak prestasi yakni Juara III Retelling story 2004 se-kota Padangsidimpuan, Juara Harapan II Debat Berbahasa Inggris (English Debating Championship) Tingkat Kopertis Wilayah I Sumut-Nangroe Aceh Darussalam 2010, Juara I Lomba Pidato Bahasa Inggris tingkat Mahasiswa se-Tabagsel 2010, Juara II Lomba Karya Tulis Esai se-Tabagsel 2012, Juara II Lomba Baca Puisi Tingkat Mahasiswa se-Tabagsel 2012, dan menjadi lulusan terbaik Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dalam Wisuda ke 31 STKIP Tapanuli Selatan 2012 dengan IPK 3,85. Selebihnya juara umum di sekolah dan pemenang berbagai lomba tingkat sekolah.

Lalu dia memaparkan kalau orangtua adalah orang paling berjasa di dalam hidupnya. Tanpa mereka, dia tidak akan bisa seperti sekarang ini. Dia sendiri mengaku kalau dia bukanlah berasal dari keluarga yang mampu. Ayahnya tidak memiliki pekerjaan tetap sedang ibunya merupakan seorang ibu rumah tangga yang terkadang membantu menjahit pakaian orang-orang dengan upah seadanya.

Maureen yang biasa menjadi MC di Padangsidimpuan, merupakan anak pertama dari empat bersaudara. Jadi adik-adiknya masih dalam tahap menuntut ilmu sehingga dipastikan membutuhkan banyak biaya. Meski begitu orangtuanya tidak pernah mematahkan semangat putra-putrinya dalam menuntut ilmu. Sebab beliau selalu meyakinkan kalau Allah pasti tahu yang terbaik untuk keluarga mereka asal mereka terus berjuang tanpa kenal putus asa.

Ketika ditanya apa saja mimpinya yang belum tercapai, dengan lantang dia menjawab, “Menjadi seorang motivator dan masuk dunia teater.” Mungkin sedikit melenceng dengan jurusan dan pekerjaan yang kini dia lakoni. Namun dia tahu Allah pasti memberikan yang terbaik untuk hambaNya dan dia sendiri meyakini kalau seseorang itu tidak boleh lelah atau malu untuk bermimpi.

“If you believe you can, You can! Kekuatan pikiran itu akan mengalirkan energy besar. Semangatnya meletup-letup dalam langkah. Dengan kita yakin kalau kita bisa, otomatis membuat kita akan berusaha keras meraih mimpi dan tentunya tidak lupa berdoa kepada Yang Maha Memberi. Karena sekuat apapun kita berusaha, tanpa izin-Nya tidak akan bisa. Tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah. Selalu ingat dan yakini bahwa Allah itu luar biasa,” ujar mahasiswa cantik berdarah Minang namun dibesarkan di kota Padangsidimpuan ini dengan semangat menggebu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s