Winny Khodijah, Percaya pada Kemampuan


Harian Analisa Medan. Minggu, 12 April 2015

Harian Analisa Medan. Minggu, 12 April 2015

Winny Khodijah, yang sering disapa dengan sebutan Winny ini adalah salah satu murid MTSN Model 1 Padangsidimpuan. Saat ini dia duduk di bangku kelas delapan unggulan dua. Winny termasuk salah satu murid populer di sekolahnya karena prestasi yang berhasil dia raih dari berbagai bidang. Kalau ada acara-acara besar yang dilaksanakan oleh sekolah, bisa dipastikan Winny selalu ambil bagian. Misalnya sebagai pembaca puisi, pidato, atau ayat Al-Qur’an.

            Gadis belia kelahiran Padangsidimpuan, 01 Mei 2001 ini merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Memiliki kakak, abang, dan juga adik. Sayangnya, sejak empat tahun yang lalu, sosok ayah yang sangat dia cintai telah berpulang ke hadapan Yang Maha Kuasa. Meski begitu, dia tidak akan putus asa untuk menjadi sosok anak yang membanggakan. Apalagi ibunya tak pernah lelah untuk memberi motivasi.

            Sejak duduk di bangku SD, Winny sudah aktif mengikuti berbagai macam perlombaan. Mulai dari lomba dibidang akademik ataupun seni. Berkali-kali dia menjuari lomba baca puisi, pidato, dance dan fashion show.

            Rasa percaya dirinya semakin meninggi kala dia duduk di bangku tsanawiyah. Dia tidak segan ataupun malu untuk mempelajari sesuatu yang dia inginkan. Hingga saat ini, Winny sudah menulis empat novel yang diterbitkan oleh Zettu, salah satu penerbit yang ada di Jakarta. Novelnya itu antara lain: Akulah Sang Juara, Petualangan Mimi, Bawang Merah dan Bawang Putih, serta Princess Aurora. Kesemuanya itu terbit pada tahun 2014.

            “Siapasih yang ngajarin Winny menulis?” tanya saya waktu itu. Dengan senyum semringah di wajahnya yang dihiasi banyak jerawat itu dia pun menjawab, “Kakakku.”

            Tidak sampai disitu. Winny juga mengikuti berbagai macam perlombaan kepenulisan. Di awal Januari 2014, Winny berhasil menjadi juara harapan 1 dalam lomba menulis surat untuk ibu, yang diadakan oleh Pos Indonesia Sumut dan Aceh. Lomba ini sendiri diikuti kurang lebih 5000 pelajar.

            September 2014 lalu, Winny juga berhasil menjadi salah satu perwakilan Sumatera Utara dalam perlombaan Letter Writing Competition 2014 oleh Pos Indonesia dan Koran Republika. Bersama 29 peserta terpilih lainnya se-Indonesia, Winny diterbangkan ke Belitung. Di sana, Winny dan kawan-kawannya mendapat pelatihan menulis dari beberapa pakar terkemuka di Indonesia seperti Andrea Hirata, Tere Liye, dll.

            “Sangat menyenangkan dan merupakan salah satu kenangan yang tidak akan pernah dilupakan seumur hidupku, Kak. Bisa kenalan dengan teman-teman baru dari berbagai kota di Indonesia, jumpa penulis kesukaanku Tere Liye, menikmati keindahan Belitung, dan aku bisa naik pesawat secara gratis. Soalnya aku kan belum pernah naik pesawat. Belum lagi nginapnya di hotel berbintang. Pokoknya seruuu!” jawabnya bersemangat ketika ditanya bagaimana perasaannya bisa menjadi salah satu peserta terpilih Letter Writing Competition 2014.

            Selain menyukai dunia kepenulisan, Winny juga tetap aktif mengikuti perlombaan dance dan dibidang olahraga, khususnya lari. Beberapa bulan yang lalu, dia juga mendapatkan juara pertama dalam ajang lomba lari di sekolahnya. Begitu juga dengan tim dancenya yang meraih juara dua di Padangsidimpuan.

            “Sebenarnya, cita-cita Winny apa?” tanya saya yang penasaran karena begitu banyaknya bakat yang dia miliki.

            “Dulu pengen jadi artis, Kak. Tapi sekarang pengennya jadi pramugari, biar bisa keliling dunia. Oh ya Kak, Winny juga berharap kalau udah tamat SMA nanti, bisa kuliah di luar negeri. Winny ingin buktikan meski Winny tinggal di kota kecil, tetapi Winny juga tetap bisa berprestasi!” sahutnya mantap.

            Bagi Winny, asal ada kemauan, semua pasti bisa diraih. Soal bakat bukanlah nomor satu. Sebab bakat tanpa diasah sama saja dengan omong kosong.

            Sampai saat ini, Winny masih melakukan aktifitas biasanya. Sekolah dari pagi hingga sore. Malam hari belajar sambil membantu ibu yang membuka warung di rumah. Ketika libur tiba, seperti gadis remaja seusianya, dia juga asyik bermain bersama teman-temannya.

*

            Winny sudah membuktikan kalau dia bisa melakukan apapun yang dia inginkan asal ada kemauan, usaha, kerja keras, serta doa. Kalau remaja 13 tahun ini bisa, kenapa kita tidak? Yuk berprestasi!

Januari 2015.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s