Salsa, Calon Penulis Besar dari Sumut


Eva Riyanty Lubis

Penulis Sumatera Utara kian mengepakkan sayapnya dalam dunia kepenulisan tingkat Nasional. Seperti gadis belia bernama lengkap Salsa Putri Sadzwana Sihombing, namun lebih sering dipanggil dengan sebutan Salput yang lahir di Medan, 05 Agustus 2000 ini.

            Salsa mengakui kalau dia mulai tertarik menulis sejak duduk di bangku SD. Mula-mula hal itu terjadi karena adanya tugas mengarang dari guru. Kemudian dia semakin rajin menulis di diary, lalu cerpen, hingga akhirnya dia pun berhasil menuliskan novel.

            Menurut gadis belia yang duduk di SMP Negeri 1 Medan kelas IX Archimedes ini, dia tidak akan bisa seperti sekarang kalau tidak melalui proses yang cukup panjang. Salah satu hal yang membuat semangatnya dalam menulis kian terpacu adalah ketika cerpen pertamanya dimuat di koran Media Indonesia, setelah itu dia malah mendapat penghargaan dari Panitia Penerbit Buku Anak Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (PPBA-KNI-UNESCO).

            Lalu Salput mulai menulis novel. Namun, dia pernah merasa frustrasi sebab novelnya tidak pernah bisa dia selesaikan. Hingga akhirnya dia vakum menulis kurang lebih satu tahun. Salput juga pernah dihadapi dengan rusaknya laptop karena tersambar petir, hilangnya kunci diary padahal di dalamnya ada bahan-bahan untuk menulis novel horor, belum lagi flashdisknya yang rusak karena lupa diambil di dalam rok sehingga benda kecil itu pun tercuci. Padahal flashdisk delapan giga itu berisi naskah-naskah Salput.

            Cobaan-cobaan yang datang menghampiri Salput dia yakini sebagai cambuk untuk menulis lebih semangat lagi. Karena dia sendiri mengakui bahwa menulis adalah jiwanya. Menulis membuat gadis berkaca mata ini semakin bahagia. Sebab dia bisa menuangkan apa yang ada di dalam pikirannya. Dengan menulis pula dia merasa lebih dewasa. Berpikir lebih kritis untuk memecahkan persoalan hidup.

            Adapun karya Salput yang sudah bisa kita nikmati dan dapatkan di toko buku terdekat adalah KKPK JuiceMe Tersandung Hobiku (Dar! Mizan: 2013), PCPK My Spooky Moment (Nourabooks: 2013), PCPK Pesulap Misterius (Nourabooks: 2014), Komik Fantasteen 14: Red Midnight Vampire (Muffin Graphics: 2014), dan Spooky Stories Revenge (Nourabooks: 2015). Hebatnya lagi, kalau tidak ada rintangan, bulan Maret nanti Salput juga akan “melahirkan” novel terbarunya.

            Penulis yang sangat menggilai karya Sir Arthur Conan Doyle, Roald Dahl, CS Lewis, JK Rowling, AA Milne, Andrea Hirata, Hanum Rais, dan A. Fuadi ini juga pernah mendapat penghargaan. Antara lain: juara 2 Cerdas Cermat se-Sumatera Utara, TOP 50 CHC 2012, serta juara Harapan 3 Lomba Menulis Cerita Liburan. Benar-benar amazing!

Harian Analisa. Minggu, 03 Mei 2015

Harian Analisa. Minggu, 03 Mei 2015

            Lalu, siapakah orang yang menginspirasi Salput hingga bisa menjadi penulis seperti sekarang ini?

            “Mama,” jawabnya langsung. Dikatakan kalau dulu mamanyalah yang bercita-cita menjadi penulis. Namun, mama belum bisa menggapai impiannya. Hingga akhirnya Salputlah yang bercita-cita untuk meneruskan impian mama. Sungguh anak yang berbakti. Di samping itu Salput memang sudah jatuh cinta pada dunia kepenulisan ini. Makin komplit deh!

            Salput meyakini kalau ingin meraih sesuatu, maka harus berani berjuang sekeras mungkin. Hadapi segala rintangan dan tantangan yang ada. Jangan pikirkan dulu bagaimana hasilnya. Yang pasti berusahalah sembari terus berdoa kepada Sang Pencipta. Man jadda wa jadda.

            Sebenarnya bagaimana Salput membagi waktu antara sekolah dan menulis? Apalagi sekarang dia duduk di kelas IX. Tak lama lagi akan dihadapi dengan UN, lalu persiapan untuk masuk SMA.

SALSA PUTRI

            “Awalnya memang susah, Kak. Namun lama kelamaan akhirnya bisa beradaptasi dengan sendirinya. Belajar dan deadline diperketat.”

            Omong-omong mengenai impian, Salput mempunyai impian besar lho. Yakni ingin kuliah di jurusan film di Columbia University. Dia juga bercita-cita untuk menjadi seorang sutradara sekaligus penulis yang mempunyai karya-karya gemilang. Kemudian dia juga ingin sekali membangung publishing serta production house. Luar biasa! Semoga impian Salput tercapai. Aminnn….

            Nah, Salput berpesan kepada teman-teman. Katanya enggak butuh bakat turunan untuk menghasilkan karya. Namun miliki saja tekat dan keyakinan yang kuat. Jangan lupa pula untuk action. Sebab semua orang dilahirkan pasti dapat berkarya. Jadilah remaja berkualitas yang senantiasa melakukan hal-hal positif. Dan lebih bagus, hadirnya karya kita bisa memberikan kebahagiaan dan manfaat bagi orang banyak, khususnya orang sekitar kita. Salput yang masih sangat muda saja bisa melakukan ini. Masa kita enggak? Malu, dong! Makanya, yuk berkarya!

Februari 2015.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s