Tabungan Seorang Penulis untuk Hari Raya


Memutuskan untuk menjadi seorang mahasiswa sekaligus penulis, berarti harus siap dengan segala konsekuensi yang ada. Khususnya dalam hal keuangan. Dulu, ketika saya masih berstatus sebagai mahasiswa sekaligus karyawan swasta, saya pasti menerima pendapatan setiap bulannya. Bahkan di bulan Ramadhan, perusahaan akan memberikan THR kepada setiap karyawan. Karena hal itu, resolusi keuangan untuk lebaran tidak menjadi suatu hal yang memusingkan.

Sekarang, pendapatan saya tergantung dengan seberapa banyak tulisan saya dimuat di media, royalti buku, undangan menjadi juri dan pembicara, atau hadiah bila memenangkan perlombaan. Untuk penulis muda seperti saya, pendapatan menulis belumlah tergolong besar. Saya benar-benar harus bisa mengatur keuangan sebaik mungkin. Uang kuliah, biaya makan, biaya kost, biaya transportasi, dan uang tidak terduga lainnya harus teratasi.

Resolusi Lebaranku dari Cermati.com

Resolusi LebaranKu dari Cermati.com

Awalnya terasa berat. Karena gaya hidup hemat harus benar-benar dilaksanakan. Tidak ada nongkrong di mall, tidak ada beli baju baru setiap bulan, tidak ada gadget canggih (karena semakin canggih gadget, pengeluaran pun akan semakin besar), tidak ada cemilan mahal, tidak ada nonton di bioskop, dan masih banyak lainnya.

Semua diganti dengan hal-hal murah meriah namun menyenangkan dan sudah pasti bermanfaat. Waktu luang diganti dengan membaca buku di perpustakaan, download film gratis untuk ditonton melalui laptop, cemilan diganti dengan buah-buahan, fitness diganti dengan olahraga lari di lapangan, dan waktu luang lainnya diganti dengan silaturrahmi dengan saudara. Cemburu dengan teman-teman seusia yang menghabiskan waktunya dengan have fun? Sama sekali tidak. Bahkan saya bangga dengan diri saya sendiri.

Lalu, bagaimana dengan tabungan untuk hari raya?

Beberapa hal yang harus saya persiapkan menjelang lebaran adalah biaya mudik, baju lebaran, zakat, hadiah kecil untuk adik-adik tercinta, dan THR untuk keponakan.

Untuk biaya mudik, dari Medan saya harus pulang ke kampung halaman, yakni Kota Padangsidimpuan, dan sehari sebelum lebaran, kami sekeluarga akan berangkat menuju kampung halaman Ibu, yakni di Pinarik—Kecamatan Batang Lubu Sutam. Berhubung ayah sudah meninggal dan kakek nenek dari pihak ayah pun sudah meninggal sejak Beliau masih kecil, maka setiap tahunnya kami mudik ke tempat nenek dari pihak Ibu.

Untuk baju lebaran, tak perlu mahal. Sebenarnya ini pun bukan suatu hal yang saya pusingkan. Sebab saya bukan tipikal orang yang malu memakai pakaian bekas. Bukankah bagus tak harus baru? Palingan, hanya Ibu yang mengingatkan untuk membeli baju barang satu dua helai.

Untuk zakat, karena saya sudah dewasa dan sudah mencari penghasilan sendiri, sudah wajib bagi saya untuk mengeluarkan zakat untuk diri saya sendiri.

Hadiah bagi adik-adik biasanya berupa baju baru. Saya memiliki tiga orang adik. Karena itu, jika ingin memberikan sesuatu, ketiganya harus benar-benar dapat.

Sedangkan THR bagi keponakan bisa berupa uang, bahkan terkadang saya memberikan novel saya (pastinya buku anak-anak, sesuai umur mereka) yang sudah terbit kepada mereka. Hitung-hitung promosi. Sekalian agar mereka tahu kalau saudara mereka ini adalah seorang penulis. Hehe…

Memang pengeluaran untuk lebaran apalagi tahun ini tidaklah begitu banyak—dibanding ketika saya masih kerja di perusahaan. Ibu juga selalu menyuruh saya berhemat. Apalagi kini saya berada di semester akhir dan masih membutuhkan biaya yang banyak. Untuk makanan, ibulah yang mengatur keuangannya.

Meski begitu, resolusi lebaran yang telah saya sebutkan di atas tidak akan berjalan dengan sukses bila saya tidak menabung sejak beberapa bulan sebelum hari H. Saya memiliki beberapa rekening. Dan salah satu rekening adalah tempat di mana uang tidak dapat diambil. Khusus ditabung untuk hal-hal penting di masa yang akan datang. Misalnya untuk lebaran seperti sekarang ini. Untuk teman-teman yang ingin dimudahkan dalam menabung bisa cek di Cermati.com Di sana juga dijelaskan jenis-jenis tabungan berjangka yang sangat berguna bagi kehidupan kita di masa yang akan datang plus dengan bunga lebih besar dari tabungan konvensional.

Jenis pilihan tabungan berjangka

Jenis pilihan tabungan berjangka

Contoh tabungan berjangka dari bank Danamon

Contoh tabungan berjangka dari bank Danamon

Yang pasti pintar-pintarlah dalam mengatur keuangan. Bacalah beberapa hal yang dianjurkan untuk berhemat, agar tahu bagaimana semestinya dalam mengatur keuangan yang baik.

Selagi ada niat, usaha, dan doa, insyaAllah resolusi apapun yang kita inginkan akan tercapai. Semoga resolusi lebaran kali ini berjalan dengan baik. Amin amin ya robbal alamin.

2 thoughts on “Tabungan Seorang Penulis untuk Hari Raya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s