Cerpen – Cinta Salah Fokus


Harian Analisa Medan. Minggu, 18 Okt 2015

Harian Analisa Medan. Minggu, 18 Okt 2015

“Yank, besok aku absen jemput kamu ya…” Rama memelas kepada Ayu, cewek yang baru dipacarinya lima hari terakhir ini.

            Ayu memandang Rama dengan tatapan matanya yang melotot tajam. Waktu itu mereka tengah berada di depan kosan Ayu.

            “Besok aku ada tugas kelompok, Yank. Jadi harus ke rumahnya si Vivie.” Tambah Rama karena ceweknya itu belum juga memberikan reaksi. Jantung Rama sudah kebat-kebit karena Ayu yang dikiranya kalem dan ceria, setelah dipacari sikapnya berubah menjadi pemarah, pencemburu, dan keras kepala.

            “Yank, ngomong dong. Aku jadi takut ngeliat kamu kaya gitu,” ujar Rama dengan senyum terpaksa.

            “Oke. Jadi kamu lebih pentingin tugas kelompok kamu itu dibanding aku? Aku kan udah bilang dari kemarin kalau besok aku ada jadwal belanja. Kamu juga udah janji bakalan temanin aku. Kamu ini gimana sih?” jelas Ayu santai namun tegas. Benar-benar nyakitin hati Rama.

            “Tapi, Yank…” belum sempat Rama menyelesaikan kalimatnya, Ayu langsung menyela.

            “Kalau gitu kita putus. Aku nggak suka sama cowok yang nggak bisa nepatin janjinya!” tambah Ayu yang kemudian berjalan cepat ke dalam kosannya. Membanting pintu tepat di hadapan Rama. Rama hanya bisa mengelus dadanya sembari istigfar beberapa kali.

*

            Rama galau bin uring-uringan. Sandi, kakaknya Rama heran dengan tingkah laku adiknya yang tampak kacau balau itu. Biasanya Rama bersikap santai. Ada atau tidak ada masalah. Ini malah keningnya sampai berlipat tujuh. Kadang udah lompat-lompat di atas kasur. Eh, pas tengah malam, Sandi juga mergoki adeknya itu tengah guling-guling tidak jelas di ruang tamu.

            “Hei, kamu ini kenapa sih? Kelakuanmu benar-benar merusak pandangan!” tukas Sandi sambil berkacak pinggang.

            Rama menunjukkan wajah meweknya. Sandi sampai sakit perut melihatnya. “Untung Mama dan Papa nggak ada di rumah. Kalau mereka di sini, pasti kamu bakalan di bawa ke rumah sakit jiwa!”

            Rama tidak perduli dengan omongan kakaknya. Yang ada dia malah menangis bak anak kecil.

            “Hei, kamu itu cowok. Kok pakai nangis segala sih? Kamu kenapa?” tanya Sandi frustrasi. Meski mereka suka berantem, sebenarnya Sandi sayang pada Rama, adik satu-satunya itu.

            “Kamu nggak bakalan ngerti!” ujar Rama sok tahu.

            “Makanya ngomong! Jelas aku nggak ngerti kalau kamunya cuma bisa mewek!” goda Sandi penuh keisengan.

            “Aku… aku kesal sama Ayu!” Pekik Rama akhirnya. Tidak bisa menahan rasa sakit yang tengah dia rasakan.

            Sandi melongo mendengar ucapan adiknya. “Ayu? Ayu siapa sih?”

            “Pacarku lah,” sahut Rama mendengus kesal.

            “Loh, kamu udah pacaran? Sama Ayu? Ayu yang mana? Bukannya kamu lagi suka sama si Zakiyah?” Sandi memberikan pertanyaannya secara bertubi-tubi.

            “Itu dia masalahnya.” Rama berdiri dari duduknya sembari berjalan mondar-mandir di depan Sandi.

            Sandi masih mengerutkan kening. Menunggu penjelasan dari sang adik.

            “Kamu kan udah tahu kalau dari dulu aku suka banget sama Zakiyah. Tapi Zakiyah itu nggak pernah nganggap aku ada. Sama sekali tidak ada respon. Karena itu aku dapat ide buat pacarin Ayu, sahabatnya yang anak kos itu. Kali aja dengan begitu dia cemburu.”

            Sandi membulatkan mulutnya. “Terus? Sekarang kamu malah jatuh cinta sama si Ayu?”

            “Bukaaaaan!” teriak Rama sembari menjambaki rambutnya yang tidak bersalah.

“Si Ayu ini yang bermasalah. Sejak pacaran sama dia, dia itu ngekang aku banget. Bayangin, aku dijadiin supir sama dia. Kapan dia butuh aku, aku harus langsung sudah ada di depan dia. Sakit banget tau nggak sih! Aku nggak boleh kesana-kemari. Sekalipun ngerjain tugas kelompok. Yang ada dia malah ngancem putus dari aku,” jelas Rama dengan mimik menahan kesal dan amarah.

            Sandi terkikik hebat.

            “Ada yang lucu?” tanya Rama tersinggung.

            “Ya lucu dong. Kamu juga ngapain pacaran sama si Ayu? Cari masalah sendiri. Kalau nggak suka sama dia, lebih baik ngomong. Minta maaf dan ceritakan kalau kamu sebenarnya suka sama Zakiyah.”

            “Waksss…. Bisa-bisa aku mati digorok!” Rama sudah ketakuan sendiri.

            “Derita lo…” tukas Sandi jahil yang kemudian meninggalkan Rama dan berjalan menuju kamarnya.

*

            Rama mengajak Ayu ngomong empat mata. Rama sudah meyakinkan dalam hati kalau dia ingin mengakhiri hubungannya dengan gadis berambut pendek itu.

            “Aku mau ngomong serius sama kamu,” sahut Rama memberanikan diri sembari memandang Ayu lekat.

            “Mau bilang kalau kamu tetap tidak bisa nemani aku buat belanja? Oke, fine! Kita sudah putuskan untuk pisah kalau kamu tetap tidak mau nemani aku kan?” jawab Ayu lancar.

            Rama menelan ludahnya sendiri. Panas dingin menguasi tubuhnya jikalau sudah berhadapan dengan Ayu yang sangar begini. “Ayu, aku mau jujur sama kamu. Ini bukan soal tidak mau nemani kamu belanja,” Kata Rama pelan dan hati-hati.

            “Mau bilang kalau kamu sebenarnya suka sama Zakiyah terus kamu cuma buat aku pelampiasan agar Zakiyah cemburu? Aku tahu kok. Siapa yang tidak tahu akan hal itu? Semua penghuni sekolah juga tahu kalau kamu suka sama sahabatku itu.”

            Rama melongo. Untung saja air liurnya tidak sampai tumpah.

            “Sakit hati kan pacaran sama aku? Rasain! Itu belum seberapa. Makanya jangan macam-macam sama aku,” ucap Ayu sinis kemudian berjalan penuh angkuh meninggalkan Rama yang tiba-tiba sudah meluruhkan air matanya. Haduh, jadi cowok kok cengeng sih?

Medan, September 2014.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s